5 Cara Meningkatkan Keuntungan Pada Bisnis Anda

5 Cara Meningkatkan Keuntungan Pada Bisnis Anda

Selain menjadi solusi bagi masalah setiap orang, tujuan lain anda berbisnis adalah tentunya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bukan? Namun, masih banyak pengusaha yang kebingungan bagaimana cara meningkatkan keuntungan pada bisnis yang dijalaninya.

Cara Meningkatkan Keuntungan Pada Bisnis

Tidak sedikit dari mereka melakukan strategi dengan memberikan Diskon untuk produk yang dijualnya dengan harapan penjualan dapat meningkat dan omzet bisnisnya juga ikut naik. Padahal, jika dipikir-pikir kembali, diskon bisa saja meningkatkan Omzet atau meningkatkan penjualan produk tapi belum tentu dapat menaikkan Profit. Bagaimana menurut anda? Setuju dengan hipotesa ini? Hehe..

Lalu Bagaimana Strategi Meningkatkan Profit tanpa embel-embel Diskon? Tenang, anda tidak perlu khawatir. Karena kali ini saya akan share kepada anda strategi dari coach Dewa Eka Prayoga yang patut anda coba agar keuntungan bisnis anda bisa segera meningkat.

Inilah 5 Cara Meningkatkan Keuntungan Pada Bisnis Anda

Ada 5 Strategi yang dapat anda lakukan agar profit bisnis anda bisa segera meningkat, yaitu:

Cost Reduction

Strategi pertama yang dapat anda lakukan adalah dengan cara Cost Reduction Method. Yaitu pengurangan biaya-biaya yang terdapat dalam bisnis anda. Cost reduction ini bisa berhubungan dengan proses produksi produknya, distribusinya, tenaga kerjanya, dan sebagainya.  Saya rasa anda sudah cukup paham bagian ini.

Price Increase

Strategi kedua adalah dengan cara Price Increase atau strategi menaikkan harga. Strategi menaikkan harga ini pilihan paling enak, namun juga cukup beresiko. Kenapa? Karena persoalan harga merupakan tantangan tersendiri bagi pengusaha. Apalagi jika segmen market Anda cukup sensitif terhadap harga, bisa-bisa saat anda ubah harga sedikit, target market anda bisa langsung berpaling ke kompetitor. Namun, cara ini bisa anda coba terapkan dengan memperhatikan karakter pasar anda sebelumnya.

Ekspansi Pasar Baru

Strategi ketiga yang bisa anda coba yaitu dengan melakukan ekspansi terhadap pasar yang baru. Anda bisa membuka ceruk pasar baru untuk menjual produk anda, apalagi jikalau memang penetrasi pasarnya saat ini sudah sangat cukup tinggi.

Misalnya, jika sebelumnya anda belum pernah grab komunitas, sekarang tidak ada salahnya anda coba masuk menawarkan produk anda pada komunitas-komunitas tertentu yang berkaitan dengan produk anda.

Perbanyak Frekwensi Pemakaian

Strategi ke empat ini lebih bertujuan untuk menciptakan repeat order atau pembelian kembali dan lebih sering dari pelanggan terhadap produk anda.

Misalnya, jika anda punya produk Kecap botol yang sebelumnya lubang keluarnya kecil, anda bisa mengubah lubang keluarnya menjadi lebih besar, tujuannya agar kecapnya cepat habis. Nah, kalau cepat habis, pastinya pelanggan akan membeli lebih sering. Dengan begitu, omzet bisnis anda bisa naik, keuntungan anda pun meningkat. ^_^

Keluarkan Varian Produk dan Kemasan Lebih Ekonomis

Strategi terakhir yang juga bisa anda terapkan dalam bisnis anda agar keuntungan anda meningkat, yaitu anda bisa menciptakan varian produk yang baru dengan mempertimbangkan bentuk pengemasannya.

Cara ini selain dapat memenuhi strategi pertama yang telah saya sebutkan sebelumnya di atas tentang Cost Reduction, juga tentu dapat membantu meningkatkan keuntungan pada bisnis anda.

Misalnya, jika tadinya anda memproduksi kecap botolan, sekarang anda boleh coba produksi kecap dengan kemasan sachet. Dengan begitu, segmen market yang dapat dijangkau juga akan semakin besar dan tentunya bisa berujung pada peningkatan Profit.

Bagaimana, sudah siap menerapkan Strategi di atas untuk bisnis anda? Atau anda sudah cukup puas dengan profit yang anda peroleh saat ini? Hehe… semua pilihan kembali kepada anda sob.

Nah, demikianlah 5 Tips Cara Meningkatkan Keuntungan Pada Bisnis Anda. Sebenarnya, masih banyak Strategi yang bisa digunakan dalam Meningkatkan Profit Bisnis Anda. Tapi semoga dengan 5 strategi di atas bisa bermanfaat untuk perkembangan bisnis Anda.

Salam Digital

MLM Itu Bisnis Paling Menjijikkan, Betulkah?

MLM Itu Bisnis Paling Menjijikkan, Betulkah?

Kali ini saya ingin memaksa anda memasang mata terhadap fenomena pemasaran jaringan yang biasa disebut MLM. Saya mengakui bahwa saya juga pernah menjadi penggiat bisnis Multi Level Marketing selama 3 tahun dan dari sini saya banyak belajar membentuk Mental, Leadership dan Kemampuan Public Speaking saya. Namun demikian, bukan rahasia lagi kalau di mata masyarakat kita, MLM menyandang image yang negatif. Sehingga pantang dibahas oleh marketer manapun.

Kenapa bisa seperti itu? Pertama, karakter segelintir penggiat MLM yang sering menguber-uber dan mengumbar-umbar janji kepada calon downline. Kedua, praktik money game yang mengatasnamakan Multi Level Marketing. Padahal praktik money game itu sendiri jelas-jelas illegal. Jika anda ingin mengecek mana Perusahaan MLM dan yang mana money game, anda bisa melakukan pengecekan di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).

Akan tetapi, betulkah MLM senista itu?

Salah! Salah besar! Justru di Negara maju seperti Amerika dan Jepang, MLM mengalir dan bergulir dengan derasnya. Di Negara asal Microsoft, MLM tumbuh hamper 250 persen selama satu dekade terakhir. Bahkan di Negara asal Matsushita, MLM membukukan total omzet tertinggi di dunia melampaui Amerika. Keren kan?

Bahkan Singapura dan China yang dulunya menutup diri, beberapa tahun belakangan mulai membuka diri terhadap MLM. Diprediksi, semenjak tahun 2003 setiap tahunnya MLM mencatat penjualan ritel tidak kurang dari 100 Miliar dolar di seluruh dunia. Nah, faktor apakah yang memicu dan memacu orang-orang di Amerika, Jepang dan Negara lainnya mencemplungkan diri dalam MLM? Tidak usah menebaknya. Uang!

Percayalah, bidang apapun bila ditongkrongin terus-menerus akan menghasilkan uang yang lumayan, baik dengan karier, wiraswasta, investasi, ataupun MLM. Hoki itu tidak pernah pilih kasih. Ianya bisa hinggap dimana saja, tidak terkecuali di MLM. Itu hanya masalah pilihan. Walaupun, Robert Kiyokasi terang-terangan ‘menghasut’ kita untuk berwiraswasta, berinvestasi, ataupun MLM. Bukan dengan berkarier. Yah, demi kebebasan finansial, katanya.

Berapa besar sih pendapatan seorang penggiat MLM?

Sebagai gambaran kasar saja, seorang penggiat MLM yang yakin (bukan sekedar ingin) dan cerdik (bukan sekedar gigih) dalam waktu dua tahun bisa mengantongi bonus bulanan yang sama digitnya dengan gaji manajer dari perusahaan besar. Dan sesuai pengalaman saya, tidak sedikit orang Indonesia yang membuktikannya.

Namun demikian, lihatlah penggiat MLM di sekitar kita! Mengapa lebih dari 95 persen dari mereka terjungkal bahkan terpental? Penyebab utamanya, mayoritas dari mereka menganggap MLM tidak lebih dari sekedar usaha sampingan. Akhirnya, apa yang mereka di rekening tabungan mereka juga pendapatan sampingan, yang nilainya –maaf- hanya puluhan atau ratusan ribu perbulan. Dan ditengah masyarakat, jadilah mereka orang sampingan pula. Tepatnya, orang pinggiran.

Padahal sudah menjadi hukum alam, jika anda ingin berhasil, baik dalam karier,wiraswasta, ataupun investasi, anda harus bersungguh-sungguh. Tidak terkecuali dalam MLM. Oleh karena itu, jangan perlakukan MLM sebagai kegiatan iseng iseng belaka. Ini bukan berarti anda mesti mencampakkan kerja atau bisnis utama anda! Sama sekali tidak!

Seperti nasehat Robert Kiyosaki, pertahankan aktivitas siang hari anda! Apa yang ingin digaris bawahi disini ialah MLM membutuhkan kesungguhan sejati persis seperti kesungguhan yang anda dedikasi pada karier atau bisnis anda selama ini! Tidak lebih, tidak kurang!

Selain uang, MLM juga menyimpan manfaat lainnya, yang bahkan dinilai lebih berharga daripada uang. Apa itu? Jaringan. Entah kebetulan atau tidak, MLM juga sering dilabel dengan network marketing. Dalam waktu tiga bulan saja, seorang penggiat MLM bisa berkenalan dan tetap berkenalan dengan minimal 50 orang.

Kurang dari satu tahun, jumlahnya mungkin menanjak dan melonjak sampai 2000 orang. Dengan berjalannya waktu, angka tersebut akan bertambah dan terus bertambah dengan kecepatan eksponensial. Secepat ketukan musiknya Black Sabbath.

Menariknya, walau sebelumnya anda tidak mengenal mereka, namun kini mereka –atas nama upline dan downline-menjadi jaringan anda,menjadi  relasi anda. Maka, tanpa diminta sekalipun, mereka akan siap mengulurkan bantuan, baik untuk kepentingan MLM ataupun keperluan lainnya. Selagi anda masih mengais-ngais rezeki di negeri ini.

Tentu anda sadar betul betapa mendesaknya sebuah jaringan. Apalagi untuk tujuan kekayann. Hm, kurang yakin? Sekali lagi, dengarlah petuah Robert Kiyosaki, “Orang-orang terkaya di dunia mencari atau membangun jaringan, orang lain mencari pekerjaan, ”Yap, mematuhi Hukum Metcalf sepenuhnya.

Sedangkan manfaat MLM lainnya yang melebihi uang adalah pengembangan diri. Pertemuan demi petemuan yang anda jalani, baik dengan calon downline maupun jaringan, secara otomatis akan mengasah communication skill anda. Lebih jauh, ketika anda memotivasi dan melatih para downline, maka tanpa disadari sebenarnya anda telah memupuk leadhership skill untuk diri anda sendiri. Pasti itu!

Dan cepat atau lambat para downline akan menduplikasi anda. Jadi, seiiring keterampilan dan kepribadian anda terbentuk, maka keterampilan dan kepribadian orang-orang disekitar anda juga ikut terbentuk. Apalagi didukung oleh support system yang kondusif. Dan inilah dalil nomor 1 mengapa akhirnya Robert Kiyosaki terkuak pikirannya dan melaliu buku-bukunya mendorong orang-orang seantero bumi bercengkrama dengan MLM.

Tak pelak lagi, uang, jaringan, dan pengembangan pribadi menjadi tiga daya pikat utama MLM. Pantaslah apabila Dahlia Herlina mendefinisikan MLM sebagai Meet, Learn, and Multiply (Berjumpa, belajar dan melipatgandakan, dimana ketiga kata tersebut diulas dan dikupas tuntas oleh pakar MLM Andrias Harefa dalam karya-karyanya.

Semoga Bermanfaat

Miliki segera website Sendiri untuk Perusahaan, Bisnis, Sekolah, Kampus, Yayasan, Instansi, atau Organisasi anda dan dapatkan Konsultasi Gratis seputar pengembangan Usaha anda melalui Pemasaran Online. Hubungi kami di sini 0811-419-7577 atau Klik di sini.